Selayang Pandang

Gerakan politik kaum perempuan merupakan bagian penting dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia. Di Aceh, Cut Nyak Dien ikut bertempur dalam medan perang melawan Belanda. Di Sumatera, Rasuna Said kerap membuat tulisan tajam serta berorasi menentang penjajah hingga membuatnya dihukum Belanda. Di Jawa Barat atau Bandung lebih tepatnya, Dewi Sartika mendirikan sekolah agar kaum perempuan masa itu tidak menjadi kaum yang terbelakang. Di Maluku, seorang gadis yang telah menjadi pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu terjun langsung melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura. Tokoh-tokoh ini membuktikan bahwa pergerakan perempuan ketika itu merata di berbagai provinsi di Indonesia.

Pergerakan politik perempuan bukan hal baru. Namun sangat disayangkan kepercayaan dan keterlibatan politik kaum perempuan di Indonesia kini menurun. Meski begitu, sesungguhnya kaum perempuan peduli dengan isu-isu seperti kekerasan terhadap perempuan, kesehatan terhadap perempuan dan anak-anak, human trafficking, dan lain sebagainya. Kepedulian tidak boleh berhenti di sini. Kaum perempuan bisa mengubah nasibnya dengan terlibat langsung dalam politik. Sebab setiap keputusan yang menyangkut kaum perempuan juga merupakan keputusan politik.

Disinilah kami hadir untuk menyadarkan dan membangkitkan kembali kepercayaan kaum perempuan bahwa politik merupakan sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Meski begitu, kehadiran Perempuan Politik bukan semata-mata ingin mengajak kaum perempuan untuk peduli mengenai isu-isu yang menyangkut dirinya saja, tetapi juga isu-isu nasional yang harus mendapat perhatian kaum perempuan. Bung Karno pernah mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki bagaikan kedua sayap burung dalam perjuangan. Perempuan Politik ingin menjadi salah satu dari sayap burung tersebut untuk membawa Indonesia meraih cita-cita kemerdekaannya.

Kepercayaan dan keterlibatan politik kaum perempuan di Indonesia kini menurun. Meski begitu, sesungguhnya kaum perempuan peduli dengan isu-isu seperti kekerasan terhadap perempuan, kesehatan terhadap perempuan dan anak-anak, human trafficking, dan lain sebagainya. Kepedulian tidak boleh berhenti di sini. Kaum perempuan bisa mengubah nasibnya dengan terlibat langsung dalam politik. Sebab setiap keputusan yang menyangkut kaum perempuan juga merupakan keputusan politik.

Disinilah kami hadir untuk menyadarkan dan membangkitkan kembali kepercayaan kaum perempuan bahwa politik merupakan sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Meski begitu, kehadiran Perempuan Politik bukan semata-mata ingin mengajak kaum perempuan untuk peduli mengenai isu-isu yang menyangkut dirinya saja, tetapi juga isu-isu nasional yang harus mendapat perhatian kaum perempuan. Bung Karno pernah mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki bagaikan kedua sayap burung dalam perjuangan. Perempuan Politik ingin menjadi salah satu dari sayap burung tersebut untuk membawa Indonesia meraih cita-cita kemerdekaannya.


Komentar

© 2017 Perempuan Politik. Desain dan Pengembangan oleh TigaTigaDua