Tentang

Educating women, improving their representation and participation in Indonesian politics.

Sejarah

Dalam era demokrasi ketika partisipasi politik kaum muda mulai meningkat, 3 perempuan muda meluncurkan sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Perempuan Politik. Gerakan ini ingin menjadi sebuah wadah untuk perempuan di Indonesia, khususnya generasi muda, yang memiliki kepedulian terhadap situasi politik di negeri ini dan ingin berbuat sesuatu untuk mengatasi akar masalah kurangnya partisipasi politik perempuan Indonesia.

Perempuan Politik percaya bahwa akar masalah sikap apolitis perempuan tidak lepas dari anggapan bahwa pemilihan umum belum memberi kesempatan yang cukup bagi kaum perempuan untuk berkompetisi. Selain itu, lingkungan sekitar yang seringkali tidak mendukung perempuan untuk mengembangkan potensi kepemimpinannya membuat banyak kaum perempuan engga berkompetisi dalam kancah politik. Budaya yang telah mengakar tersebut membuat perempuan merasa harus kembali padanya “fitrahnya” yaitu fokus mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga semata.

Perempuan Politik percaya bahwa perempuan adalah sumber ilmu utama bagi anak di atas pendidikan formal. Ketika kita mendidik seorang perempuan, maka kita sama seperti mendidik seluruh keluarganya. Oleh sebab itu, jika banyak perempuan yang berani peduli mengenai isu-isu politik dan bahkan berani terlibat dalam politik, maka kita akan mampu menyelesaikan banyak masalah dengan jauh lebih cepat dan lebih mudah.

Pendiri

Rachael Abigail

Abigail atau yang akrab disapa Gaby merupakan seorang profesional di bidang komunikasi. Gaby memulai karirnya di Kantor Gubernur DKI Jakarta dan turut ambil bagian dalam beberapa proyek pembangunan, seperti Jakarta Smart City dan Kemudahan Berbisnis di Jakarta bersama dengan World Bank dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta. Ia juga pernah menjadi karyawan magang di Bank Indonesia. Abigail lulus dengan predikat cum laude dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia. Ia juga menghabiskan satu semester di National University of Singapore sebagai penerima beasiswa dari Temasek Foundation, dimana ia mempelajari sistem politik, media, dan kebudayaan Asia Tenggara.

Tsamara Amany

Tsamara merupakan mahasiswi tingkat akhir di Universitas Paramadina. Ia pernah bekerja sebagai Konsultan Pro Bono di Kantor Gubernur DKI Jakarta pada bulan Januari hingga April 2016. Kegemarannya menuliskan pendapat mengenai isu politik melalui sosial media menjadikannya salah satu aktivis ternama dunia maya. Berkat cuitannya, Ia pernah diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Tsamara menerbitkan kumpulan tulisannya dalam buku perdananya berjudul "Curhat Perempuan". Saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia.

Nita Wakan

Nita merupakan Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada. Memiliki ketertarikan dalam bidang keuangan, Nita mendirikan Youth Finance Indonesia dan pernah terpilih menjadi salah satu juri untuk Child Youth Finance International Award 2015 di London. Nita pernah bekerja di PwC sebagai Auditor dan merupakan bagian dari Tim Kantor Gubernur DKI Jakarta dalam usaha meningkatkan "Kemudahan Berbisnis di Jakarta" bersama Kemenkumham dan World Bank. Saat ini Nita sedang melakukan proses magang di Indonesian Corruption Watch untuk menambah ilmu dalam bidang pengaturan keuangan LSM.

Rekanan dan Penasehat

Junita Kartikasari
Budiman Sudjatmiko
Kiai Maman Imanulhaq
Iwet Ramadhan
Edy Junaedy
© 2017 Perempuan Politik. Desain dan Pengembangan oleh TigaTigaDua